Saya bukanlah orang yang bisa mengatakan sebuah tempat itu ‘rumah’ dengan mudahnya.
Dulu, setiap ditanya di Kampus “Mau kemana?”
Maka jawaban saya adalah, “Kosan”
Kata ‘pulang’ buat saya adalah kembali ke rumah. Which is, ya cuma di Bandung.
Bandung adalah rumah saya. Dimana semua jalan tampaknya lebih bersahabat. Dimana setiap tikungan dan jembatan terlihat lebih aman. Dimana setiap bangunannya seperti lebih akrab.
Dan tadi, saya kembali duduk di pinggiran jalan Bali no.1
Dimana rasa nyaman dengan segala kerumahannya itu saya rasakan.
Ngobrol ngalor ngidul. Dari penggelapan pajak Gayus sampai impian Rivan menggantikan Soeharto. Dari keinginan keukeuh Kun meninggalkan Indonesia sampe akhirnya mau naik perahu kabur dari Indonesia kalau Rivan berhasil naik tahta sampe pembicaraan tentang Bakrie.
Obrolan ngalor ngidul yang gak jelas juntrungannya, tapi tetap bikin betah. Berjam-jam. Berminggu-minggu. Bertahun-tahun.
Cuma pinggiran jalanan yang sepi. Yang sekarang ada anjing berkeliaran. Ditemani kopi pak Ohim dan nasi goreng Tole. Tapi bagai rumah sendiri :)
Design by Simon Fletcher. Powered by Tumblr.
© Copyright 2010